Minggu, 19 Desember 2010

The Next Future Of Agriculture


Mungkin masyarakat pada umumnya memperkirakan bahwa lulusan perguruan tinggi pertanian harus menjadi petani di pedesaan. Kemungkinan itu pastilah ada, tetapi bukanlah pertanian yang selama ini diusahakan masyarakat melainkan pertanian yang berupa pertanian usaha yang dikelola secara perusahaan. Seringkali karena kesalahan persepsi ini masyarakat memandang remeh pertanian. Pertanian selalu diidentikkan dengan sesuatu yang kotor, ketinggalan jaman, bahkan dekat dengan kemiskinan. Padahal pertanian sebenarnya mempunyai arti yang strategis dalam perekonomian nasional, karena menyediakan kebutuhan paling esensial bagi kehidupan yaitu bahan pangan, dan juga menopang lebih dari 63% masyarakat Indonesia. Sektor ini juga membuka membuka berbagai kesempatan usaha dibidang industri dan jasa


Tantangan yang kini dihadapi adalah laju pembangunan sektor pertanian yang semakin ketinggalan. Terhambatnya laju pembangunan pertanian ini disebabkan karena adanya masalah-masalah klasik diantaranya terus menyempitnya lahan pertanian, lemahnya kelembagaan penyuluhan serta kelembagaan petani dan kebijakan makro yang sering kurang memihak sektor pertanian.Untuk itu sebagai sarjana teknologi pertanian dari depertemen teknik mesin dan biosistem, setelah lulus dari Institut Pertanian Bogor saya meyakinkan diri untuk menjadi pejabat dan tenaga ahli dalam bidang penyuluhan, penelitian, dan pemberdayaan pertanian dalam kementrian pertanian. 
Hal pertama yang akan saya lakukan adalah mengembangkan infrastuktur yang mendukung pertanian seperti pengelolaan air, sarana transportasi, produk pertanian, fasilitas energi, dan fasilitas agribisnis. Perbaikan dalam sektor ini diharapkan akan memacu produksi, distribusi barang atau jasa, dan pemasaran hasil-hasil pertanian. Selanjutnya, saya akanm berusaha memberdayakan masyarakat pedesaan. Pemberdayaan masyarakat petani ini apabila dilakukan dengan baik dan terpetakan maka akan menghasilkan masyarakat yang mandiri dan dapat menangkap peluang-peluang kerja baik on farm ataupun off farm, sehingga dapat meningkatkan dengan baik variasi sumber pekerjaan dan pendapatan masyarakat pedesaan.
Sebagai pejabat di Kementan saya juga akan berusaha memperbanyak balai-balai latihan kerja dan pendidikan kewirausahaan. Peningkatan ketrampilan masyrakat pedesaan akan memungkinkan pendapatan dari usaha tani meningkat dan dengan berwirausaha masyarakat dapat meningkatkan nilai dari hasil pertanian mereka dengan memanfaatkan pengolahan dan teknologi pasca panen. Kontribusi lain yang akan saya lakukan adalah dengan mengusahakan agar pemerintah membuat kebijakan yang memihak kepada pertanian, sehingga nantinya tidak akan lagi terdengar tentang pajak yang memberatkan petani, produk pertanian impor yang merajalela sehingga menurunkan daya beli masyarakat terhadap produk pertanian nasional dan kemiskinan yang selalu menjadi bayangan kedua para petani.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar